Minggu, 26 Juni 2011

hampa

Engkau yg melantunkan bait-bait keindahan....
Entah dimana kau bertahta
saat gundah menghampiriku
mengapa tak kudengar kidung damaimu

kuberdiri menanti sepercik tetes gerimis
berharap gemuruh ini mampu kutepis
kurentangkan kedua tangan
menikmati hembusan bayu
tapi ternyata tak mampu hapus kegalauan ini




tegal
26 juni 2011

Selasa, 21 Juni 2011

puisi abang becak

kukayuh siangku d antara peluh
tetesan riski penopang hidup
nafas yg tersengal tak pernah kupedulikan
demi sbuah kata yg bernama cinta

tak kuhiraukan tatapan cemooh para pemegang emas
menawar harga tenagaku
melewati puluhan kilometer jalanan aspal
berkelok d antara gang2 kecil
mengantar mereka pd tujuan

saat penat meremukan badan
hanya lembaran yg tersimpan lusuh dlm saku kumal penghiburku
dengan serentetan kata yg kuingat td pagi
" pak,tole kan mau msk SMP pak,
beliin baju tas sm sepatu baru ya pak "

Minggu, 12 Juni 2011

sembilu

Sajak luka kembali tergores
mengalir d antara rapuhnya jemari
bait demi bait yg tersusun hanya senandung angkara
warna kelam yg tlah kau coreng

engkau yg membenci puisi2ku
mengapa mgusik ketenanganku?
Tidak puaskah dgn luka yg telah kau toreh

demi bintang2 yg mjaga malam
jgn meratap d depanku
pergi dan enyahlah dari kehidupanku
tlah kubunuh smua jalanmu yg menuju arahku
jangan lg datang meski hanya sapa

belenggu

Langkah terseret di antara
pepohonan
matamu liar mengintai sederetan
cahaya suram
gelap memadu aroma tuak

hingar bingar orgen tunggal tak
lagi kau pedulikan
menepis ajakan manja si bibir
mungil
menjauh dr lirikan genit mata lentik

gontai kakimu kembali
dlm ruang berbentuk rumah
hampa.....

Di balik terali

Ratapku bising...
mengusik lelapnya malam
serapahku berpacu dengung
nyamuk...

penyesalan tak seharga waktu
kebebasan yg ku tukar dlm
kemewahan sesaat
geram...

Aq rindu hiruk pikuk pasar
aq rindu nyonya berkalung emas
aq rindu tuan berkantung tebal
aaaarrrgghh...

lihat jari2ku ingin menari
tatap mataku tak lagi mampu
mengintai
lebam wajahku
suram hidupku

cemburu

Engkau tertunduk
dlm kegelapan hati
memaki siapapun yg mendekat
padanya
mencaci apapun yg menyentuh
dirinya....

harapanmu hatimu begitu mudah
terbaca
meski kau tutupi dgn tudung
kebencian
kekecewaan telah memenggal urat nadimu
meski kau coba bertahan dgn
amarahmu

utk apa serapahmu
berkumandang?
bisikkan saja nada cintamu
kecemburuan itu hanya bukti
kelemahanmu

ujung malam

D ujung jalan
laki2 itu Meronta...
tertikam tepat d jantungnya....
Wangi darah tercium

kemudian sunyi...
Hanya erang yg terdengar sayup
temani sakit....
nun d timur sana
gema adzan memanggil
pengantar dekur terakhirmu....