Langkah terseret di antara
pepohonan
matamu liar mengintai sederetan
cahaya suram
gelap memadu aroma tuak
hingar bingar orgen tunggal tak
lagi kau pedulikan
menepis ajakan manja si bibir
mungil
menjauh dr lirikan genit mata lentik
gontai kakimu kembali
dlm ruang berbentuk rumah
hampa.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar